Tips & Trick Merawat Kulit

Cara Mengatasi Jerawat Hormonal Dengan Efektif

mengatasi jerawat hormonal laite skincare

 

Apa itu jerawat hormonal / hormonal acne dan bagaimana cara mengatasinya? Hormonal acne adalah jenis jerawat yang diakibatkan permasalahan hormonal yang pada umumnya terjadi pada wanita. Pada laki-laki biasanya diakibatkan oleh penggunaan anabolik steroid (untuk meningkatkan massa otot). Jerawat biasanya menyerang area zona T pada daerah dahi, hidung, dan biasanya berbentuk pustul, komedo hitam, dan bruntusan. Sedangkan pada hormonal acne, biasanya menyerang area jawline/rahang , pipi, dan biasanya terjadi pada wanita dewasa berumur umur 25 tahun. Sekitar 25% wanita memiliki masalah dengan hormonal acne. Lalu apakah hormonal acne berhubunagn dengan kebiasaan mengkonsumsi hormon yang terkandung dalam daging ayam dan sapi? Jawabannya adalah tidak berhubungan. Hormonal acne berhubungan erat dengan faktor genetik, tingkat stres, dan pada kondisi insulin berlebihan.

PCOS (Polycistic Ovarian Syndrome) juga dapat menjadi salah satu penyebab tersering. PCOS adalah kondisi terganggunya fungsi ovarium pada wanita dewasa muda yang sering kali menyebbakan infertilitas. Faktor mestruasi juga menjadi salah satu penyebab dan sering terjadi area jawline/rahang dan kebanyakan orang berusaha untuk memencet/mengeluarkan jerawat tersebut tapi akan sulit karena jerawat yang muncul biasanya tidak memiliki mata dan bukan tipe yang inflamatori kecuali terinfeksi dengan bakteri penyebab jerawat. Tipe jerawat hormonal acne ini disebut dengan acne excoriee dimana lesi acne yang ditekan dan dipaksakan keluar, serta digaruk-garuk akan menyebabkan scar/jaringan parut. Sehingga penyebab tersering dan utama terjadinya scar pada jerawat adalah hormonal acne.

Hormonal acne dapat terjadi karena multifaktorial, terutama terjadi akibat perubahan siklus hormonal yang terjadi saat kita semakin dewasa. Pada wanita dan pria terdapat perubahan antara kadar estrogen dan testosterone (androgen) termasuk free testosterone, DHEA, androstenedione (A4), dan lain sebagainya seiring dengan bertambahnya usia. Secara teoritis hormon androgen akan berikatan dengan reseptor kelenjar minyak untuk memproduksi minyak berlebih sehingga berpotensi menyebabkan acne. Kadar estrogen pada saat wanita semakin dewasa akan menurun, namun kadar androgen/testosteron tidak berubah sehingga kamu akan tetap dapat mengalami acne meskipun sudah berusia 30an-40an tahun.

Penyebab lain yang lebih jarang menyebabkan hormonal acne adalah kadar prolaktin berlebih, congenital adrenal hiperplasia, dan kadar free testosterone meningkat. Hormonal acne dapat merupakan tanda dan gejala dari suatu penyakit. Biasanya akan dilakukan beberapa pemeriksaan bila dirasakan perlu untuk menyingkirkan semua etiologi kasus hormonal acne ini.

Lalu bagaimana cara mengobatinya? Pengobatan hormonal acne adalah sesuatu yang sulit. Gunakan jenis makeup non comedogenic menggunakan mineral makeup. Hindari penggunaan liquid foundation karena dapat menyumbat pori-porimu, dan relakan kulitmu isitirahat setidaknya 2 hari dalam seminggu tanpa makeup. Tapi bukan berarti tulisan non comedogenic pasti tidak menyebabkan acne.

Adapalene, vitamin A, dan antibiotik seperti doksisiklin dapat membantu. Doksisiklin disini berperan bukan sebagai anti bakterial namun memiliki sifat sebagai anti inflamasi yang cukup poten (bukan sebagai antibiotik untuk mengobati acne inflamatori, seperti papul dan pustul) dan dapat digunakan hingga 4 minggu dan secara signifikan mengurangi inflamasi.

 

jerawat hormonal laite skin

Hanya sekitar 20-30% pengobatan acne konvensional dapat menyembuhkan hormonal acne ini.

Peeling kimia dapat membantu seperti penggunaan AHA atau BHA untuk mengeksfoliasi komedo dan membersihkan pori-pori. Aspirin oral juga dapat membantu kondisi hormonal acne yang mengalami reaksi radang hebat. Perlu diingat oral vitamin B atau suplemen seperti zinc tidak akan memabntu karena kita berhadapan dengan hormonal acne yang berasal dari dalam tubuh.

Hormonal acne berhubungan dengan diet terutama makanan dengan kadar gula tinggi lewat mekanisme jalur IGF-1 (Insulin Growth Factor-1) merangsang kelenjar minyak untuk memproduksi sebum berlebih, sehingga makanan tinggi gula dapat menyebabkan breakout acne. Sangat saya sarankan untuk pergi ke dokter atau berkonsultasi dengan dokter bila kau memiliki diagnosis hormonal acne karena biasanya dokter dapat memebrikan kamu pil hormonal yang dapat mengatur menormalkan fluktuasi hormon di dalam tubuhmu, biasanya membutuhkan waktu 3 siklus untuk mengaturnya dan memang harus bersabar. Atau dapat diberikan obat anti hormonal lain yang dapat menghalangi ikatan antara hormon androgen dengan kelenjar minyak yang memproduksi sebum.

Anti androgen yang biasa digunakan adalah cyproterone acetate, flutamide, dan spironolaktone. Spironolakton merupakan pengobatan konvensional tapi efektif untuk hormonal acne dengan risiko efek samping tidak sebesar penggunaan isotretinoin. Isotretinoin juga dapat digunakan tapi untuk indiaksi tertentu mislanya scarring acne. Cukup diberikan dengan dosis yang kecil dan biasnaya akan memebrikan respon baik untuk hormonal acne dengan kulit berminyak. EFek samping isotretinoin adalah bibir kering, fotosensitivitas, sikulus menstruasi menjadi tidak teratur, dan sebagainya.

Semoga artikel mengenai Cara Mengatasi Jerawat Hormonal Dengan Efektif ini dapat membantu permasalahan acne hormonal kamu. Karena memang membutuhkan diagnosis yang tepat sebelum memulai tatalaksana yang tentunya harus mempertimbangkan banyak hal. Bila ada pertanyaan dapat menghubungi kami di WA 08997730000 (admin LAITE Skincare).

 

 

by dr Winfrey Pangestu

 

Baca Juga: Cara Mengatasi Jerawat dengan Azelaic Acid

LAITE