Tips & Trick Merawat Kulit

Komposisi Bahan Kimia Kosmetik

komposisi bahan kosmetik laite skincare

Komposisi bahan kimia kosmetik termasuk skincare seringkali membingungkan. Yuk simak bahan-bahan apa saja yang biasa digunakan dalam produk skincare dan bagaimana cara untuk membaca komposisi yang biasanya tertera di belakang produk:

Pada beberapa bahan aktif, pada konsentrasi rendah dapat memberikan manfaat tertentu, namun bila digunakan dalam konsentrasi lebih tinggi dapat memberikan manfaat lain. Hati-hati dalam memilih produk skincare karena tidak semua brand jujur terhadap konsentrasi bahan aktif tertentu. Banyak bahan aktif yang bila diberikan dalam konsentrasi yang terlalu rendah malah tidak memberikan manfaat sama sekali.

Fragrance seringkali menggunakan istilah natural fragrance, padahal fragrance tersebut juga diproses secara kimiawi. Semua fragrance termasuk fragrance dalam komposisi bahan kosmetik dapat bersifat iritatif terhadap kulit. masalah lain adalah tiap produk tidak pernah menampilkan jumlah konsentrasi setiap bahan aktif yang digunakan, padahal ini sangat penting karena konsumen dapat dirugikan bila mereka menggunakan konsentrasi yang jauh lebih rendah atau bahkan sama sekali tidak memasukkan bahan aktif tersebut ke dalam produk mereka dan dapat mereka jual dengan harga yang sangat rendah, tapi tidak memberikan manfaat pada kulitmu.

Salah satu contoh bahan aktif yang memiliki lebih dari satu fungsi adalah stearic acid sebagai cleanser dan emulsifier pada produk skincare. Bahan yang digunakan pada produk skincare dapat terbagi menjadi zat pelembab, zat yang dapat mengikat semua bahan lainnya (agar campuran bahan suatu produk skincare menjadi lebih solid), zat yang dapat mengemulsifikasi minyak dan air, zat yang memiliki substans berminyak/waxy, zat yang dapat memperhalus pemukaan kulit, buffer yang penting untuk menstabilkan pH suatu produk skincare, dan zat pengawet. Paraben merupakan salah satu contoh zat/bahan pengawet yang sering digunakan dan sering dianggap berbahaya. Zat pelembab yang digunakan dapat bersifat sebagai emolien, humektan, dan oklusif. Emolien membuat permukaan sel kulit menjadi lebih lembut, oklusif membentuk barrier pada kulit, humektan membantu untuk mengikat air.

Emolien termasuk seperti shea butter oil, cocoa butter,  dan lanolin (lanolin kadang menyebabkan alergi pada beberapa orang). Contoh humektan seperti gliserin merupakan pelembab yang sangat baik, dan propylene glycol juga paling banyak ditemukan pada produk skincare (sangat jarang orang mengalami alergi terhadap propylene glycol, dan tidak hanya bersifat sebagai humektan dan pengawet tetapi juga dapat meningkatkan penetrasi bahan aktif lain). Sorbitol, asam hyaluronat, PCA, urea dan allantoin juga merupakan contoh lain humektan. Allantoin merupakan bahan yang juga memiliki efek anti inflamasi. Urea termasuk dalam humektan dalam konsentrasi rendah, namun dalam konsentrasi tinggi bersifat sebagai keratolitik (mengeksfoliasi dan mengelupas kulit), sering digunakan pada krim kaki, atau pada kulit tubuh yang bersisik tebal mislanya pada psoriasis. Sehingga jangan gunakan krim kaki mengandung urea pada kulit wajahmu karena sifatnya lebih kuat.

Surfaktan merupakan bahan yang digunakan pada cleanser/facial wash dan body wash untuk membantuk mengikat molekul kotoran pada permukaan kulit agar mudah dibersihkan dengan air. Contoh dari surfaktan adalah SLS (Sodium Lauryl Sulfate) yang dapat menyebabkan kulit kering dan iritasi bila digunakan pada orang dengan eczema. Contoh lainnya adalah SLES yang lebih bersifat gentle pada kulit. butylene glycol merupakan zat pengikat dan sebagai emulsifier, juga sebagai humektan. Polyethylene glycol (PEG) merupakan zat yang juga bersifat sebagai emulsifier, emolien, dan surfaktan. Triethanolamine juga sebagai zat pengikat dan emuslfier, serta sebagai buffer. Contoh lain buffer adalah soidum bikarbonat alias baking soda dan asam sitrat. Vitamin E yang digunakan di dalam pelembab dapat berfungsi tidak hanya sebagai pengawet, namun juga sebagai emolien dan antioksidan untuk membantu menstabilkan beberapa bahan aktif mencegah terjadinya degradasi akibat oksidasi. Jangan gunakan minyak vitamin E langsung pada kulit karena bersifat iritatif.

Bahan lain yang digunakan pada produk skincare adalah bahan pembentuk tekstur. Contohnya adalah dimethicone. Dimethicone tidak hanya sebagai pembentuk tekstur suatu produk, tetapi juga bermanfaat sebagai pelembab, dan seringkali dianggap sebagai bahan yang dapat menutup pori-pori (komedogenik). Pada kenyataannya dimethicone sebenarnya tidak menyumbat pori-pori. Contoh lain zat pembentuk tekstur adalah garam (NaCl).

komposisi bahan kosmetik laite skincare

Satu lagi yang sangat sangat sangat penting untuk kamu ketahui adalah cara membaca urutan komposisi bahan suatu produk skincare. Urutan pertama dari deretan komposisi adalah zat/bahan yang digunakan dalam konsentrasi yang paling tinggi, sedangkan urutan terakhir merupakan bahan yang digunakan dengan konsentrasi yang paling rendah. Sehingga bila suatu produk mengklaim menggunakan suatu zat/bahan aktif yang sangat dapat efektif bermanfaat bagi kulitmu, jangan mudah terkecoh, pelajari dulu apa jenis bahan tersebut dan seberapa tinggi konsentrasi yang digunakan dengan melihat urutannya pada komposisi bahan di belakang label produk.

Semoga artikel mengenai Komposisi Bahan Kimia Kosmetik & Skincare ini dapat menambah wawasan kita semua mengenai produk-produk yang dijual. Bila ada pertanyaan dapat menghubungi kami di WA 08997730000 (admin LAITE Skincare).

 

Baca juga : cara mengatasi kulit kering bersisik dan gatal

LAITE